Opini

 

Manusia adalah mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, diberi anugerah dan karunia tiada tara dalam kehidupannya. Salah satu karunia atau anugerah dalam diri manusia adalah hati dan akal sebagai tolak ukur baik buruk suatu perbuatan. Karakter manusia merupakan suatu hal yang sangat sensitif namun menarik untuk di bahas. Manusia berbagai macam karakter seperti hal nya pelangi yang membawa esensi warna – warni yang berbeda  namun terdapat kandungan  intuisi indah di dalamnya artinya terdapat banyak perbedaan dikalangan pribadi manusia tetapi perbedaan inilah menjadi makna yang baik dalam kehidupan. Manusia memiliki berbagai macam sifat dan karakter, namun sifat dan karakter itu di pengaruhi berbagai faktor internal dan external. Faktor internal ialah sifat keluarga, Agama, dan lingkungan dalam rumah, sedangkan faktor external, faktor ini lebih dominan, karena cakupannya cukup luas ada suku, teman sebaya, gaya hidup, kebudayaan, sekolah dan lain- lain.

 Berbicara soal kepribadian, watak atau sifat. Sebenarnya pribadi ialah sesuatu yang tertanam bisa di katakan baik atau buruk dalam diri dimana dipengaruhi berbagai hal atau berbagai faktor. Menurut para ahli Menurut George Herbert Mead “ kepribadian adalah tingkah laku manusia berkembang melalui perkembangan diri. Perkembangan kepribadian dalam diri seseorang berlangsung seumur hidup. Menurutnya, manusia akan berkembang secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat”. Jika di tinjau dari segi agama mereka ini bisa dikatakan sebagai ahlak dimana akhlak tersebut dibagi dua yakni ahlak mahmudah (baik) dan ahlak madzmumah (buruk). Bagaimana pribadi itu bisa dikatakan baik atau buruk . Inilah alasan seseorang bisa dikatakan sebagai pribadi yang baik, 1) seseorang mampu mengayomi antara saudara- teman, 2) mampu menguatkan ketika saudaranya lemah, 3) punya pola fikir fleksibel bisa membedakan baik dan buruk, 4) mampu mengambil resiko dan satu yang terpenting tidak mudah menyalahkan orang lain, apabila orang itu salah maka dia membenarkan dan apabila orang itu benar dia akan memeluknya dan menguatkan. Lantas bagaimana dengan mereka bisa dikatakan sebagai sifat atau karakter yang buruk, mereka adalah 1) orang yang tidak pernah bersyukur kepada sang kuasa, 2) hidupnya susah, 3) mudah menyalahkan orang lain, 4) mudah menghina, 5) selalu ada iri dengki dalam hatinya, 6) annaniyah (adu domba) , dan lain sebagainya.

Jangan khawatir semua didalam hidup itu ada perbandingannya, baik dan buruk dalam kehidupan itu berbanding terbalik. Sifat dan karakter seseorang antara yang baik dan buruk itu berbanding terbalik seperti halnya pensil yang runcing dan tumpul. Ketika pensil itu runcing dia  mudah digunakan untuk menulis tetapi pensil yang  tumpul tulisan yang kita torehkan pun akan terbayang bayang artinya tidak jelas. Namun, apakah mereka ini akan saling menjauh atau malah mendekat dengan perbedaan baik atau buruk. Tidak, mereka ini tidak menjauh tetapi berdekatan saling melengkapi dan membenarkan ketika salah. Apakah orang yang memiliki sifat yang buruk akan dijauhi tidak mereka kan di dekatkan dengan orang – orang yang baik, orang – orang yang ingin membenarkan ketika mereka salah. Lantas apakah orang baik tidak pernah salah atau tidak pernah buruk, Tidak mereka punya salah dalam bertutur kata, bersikap dan bertindak. Mereka pun juga manusia wajar jika mereka membuat salah, manusia itu tidak luput dari keburukan dan kebaikan, tetapi pribadi yang baik akan berhati- hati dalam menjaga sikapnya, tutur katanya, dan tidak akan pernah meninggalkan seseorang yang buruk pribadinya, yang buruk attitude nya, tetapi orang yang baik akan merangkul dan membenarkan ketika orang lain berbuat salah.

Manusia itu tidak menutup kemungkinan itu berbuat baik atau buruk semua itu pilihan. Perlu kita ingat bahwasanya manusia pada dasarnya mampu untuk berbuat baik kepada seseorang, mampu berlemah lembut dalam bersikap dan bertutur kata tetapi ada faktor yang paling dominan seseorang berbuat buruk ialah godaan setan. Lantas bagaimana ketika kita berbuat baik namun seseorang ada perasaan iri, dengki, hasad . Tidak lah semua itu diperdulikan, sebaik apapun seseorang itu ketika ada orang lain tak menyukai itulah kewajaran manusia, fitrahnya manusia.  Orang yang benci kepadamu tidak adakan mendengarkan kebaikanmu walau setetes embun begitupun sebaliknya. Berbuat baiklah kepada seseorang sungguh itu adalah pahala yang besar, jangan pandang bulu siapa yang ingin kalian tolong. Hukum alam itu akan terjadi siapa yang berbuat baik maka diapun akan memperoleh kebaikan dengan berlipat ganda, tetapi siapa yang berbuat buruk mereka pun akan menuai keburukan. Baik atau buruk itu adalah pilihan hidup, Tuhan pun sudah menunjukan tentang suatu hal yang baik dan buruk semua itu ada jalannya tinggal kita memilih untuk menjadi baik atau buruk dengan hasil dan resiko yang ada. Dunia pun menunjukan dan membuka jalan untuk berbuat baik atau buruk. Tak usah risau semua itu pilihan, ketika kita memilih berbuat baik kita akan bersama dengan orang yang baik, memilih untuk menjadi buruk jangan salah kita akan berada dikondisi lingkungan yang buruk. Berbuat baiklah walaupun mereka selalu iri dan dengki, sungguh Allah telah menyiapakan balasan yang amat baik akan perbuatanmu. Manusia akan menuai hasil sesuai dengan apa yang dia tanam. 

Indah Dwi Nur Halimah, Mahasiswi Ekonomi Syariah Semester IV.

Shared: