SLT

Jakarta – Senin (04/11/19) Prodi Ekonomi Syariah mengadakan SLT (Studi Lapang Terintegrasi) ke beberapa tempat di Jawa Barat, antara lain Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Lembaga dan tempat yang dituju selama SLT ialah, DJPPR (Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko), IDX, Bappenas, Takaful, Museum BI, Museum Konferensi Asia Afrika serta berkunjung ke tempat wisata yakni Farm House Lembang Bandung, Cihampelas Bandung, dan Malioboro Yogyakarta.

 

Hari Pertama, Senin (04/11/19)

DJPPR (Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko)

Hari pertama kunjungan yang dituju ialah DJPPR yang berada di bawah kemenkeu (Kementerian Keuangan). Sambutan pertama disampaikan oleh bapak Iyan Rubiyanto selaku sekretaris DJPPR. Ia menjelaskan bahwa komposisi APBN Indonesia yang merupakan instrumen fiskal terdiri dari 3 hal, yakni pendapatan, belanja, dan pembiayaan.

Selanjutnya diisi materi yang disampaikan oleh bapak I Gede Yuddy Hendranata selaku Kepala Subdirektorat Hubungan Investor. Materi sesi ini bertemakan Optimisasi Keungan Syariah di Indonesia dan Pelaksanaan APBN. Ia menerangkan beberapa poin, yakni terdapat beberapa hal untuk mempertahankan momentum pertumbuhan melalui kebijakan pembiayaan APBN, antara lain: 1) mengentaskan kemiskinan. 2) meningkatkan produktivitas dan daya saing. 3) mengurangi ketimpangan, dan 4) menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam hal pembiayaan terdapat filosofi pembiayaan pembangunan melalui hutang yang terdapat pada komposisi APBN, antara lain: 1) dapat menjaga momentum pembangunan. 2) mempercepat pertumbuhan ekonomi. 3) mengembangkan pasar keuangan, dan 4) mampu melibatkan peran generasi selanjutnya. Kemudian fokus belanja pemerintah pada tahun 2020 ialah:

1) SDM yang berkualitas, yakni terdiri dari pendidikan sebesar Rp. 508,1 T dan kesehatan sebesar Rp. 132,2 T.

2) Penguatan program perlindungan sosial sebesar Rp. 372,5 T.

3) Akselerasi pembangunan infrastruktur sebesar Rp. 423,3 T.

4) birokrasi yang efisien, melayani, dan bebas korupsi sebesar Rp. 261,3 T.

5) Antisipasi ketidakpastian.

 

Sesi selanjutnya bertemakan “Kebijakan Pembiayaan Syariah dalam APBN” yang dipaparkan oleh ibu Nana Riana selaku Kepala Subdirektorat Peraturan dan Analisis Hukum Surat Berharga Syariah Negara. Ia menjelaskan bahwa salah satu dari instumen pembiayaan berbasis syariah ialah SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) atau yang lebih dikenal dengan nama Sukuk Negara. SBSN mempunyai beberapa peran penting, yakni: 1) Menyediakan alternatif sumber Pembiayaan APBN, 2) Menyediakan instrumen investasi dan likuiditas berbasis syariah, 3) Mengembangan pasar keuangan syariah, 4) Menyediakan benchmark bagi penerbitan sukuk korporasi.

SBSN kini sudah terdiri dari berbagai macam jenis, antara lain waqf linked sukuk, sukuk ritel online, E-Money SBSN project, dan Green Sukuk. Sedangkan infrastruktur yang telah dibangun melalui pembiayaan sukuk antara lain: 1) Jembatan Grindulu Pacitan, 2) Asrama Haji Sukolilo Surabaya, 3) Gedung FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya, 4) Jembatan Sembayat Gresik, 5) KUA Saradan Madiun, dll.

Dalam menjalankan program penguatan keuangan syariah di Indonesia, DJPPR mempunyai beberapa strategi, antara lain: 1) Mendanai pembangunan infrastruktur, 2) Menyediakan pembiayaan untuk ekosistem Industri Halal, 3) Mendukung pengentasan kemiskinan, dll.

 

IDX (Indonesia Stock Exchange)

pada sesi di IDX, diisi oleh bapak Arif Pratama, ia menjelaskan secara gamblang kepada para mahasiswa ekonomi syariah UMM tentang saham beserta jenis-jenisnya serta mengenalkan langsung beberapa jenis saham beserta kode-kodenya yang terdaftar pada IDX. ia juga menjelaskan apa perbedaan antara saham dan reksadana. Kemudian ia juga memaparkan bagaimana tips dan trik serta motivasi untuk ikut terjung ke dalam kegiatan investasi. Karena dinilai investasi pada saham sangat menguntungkan dan sesuai dengan bidang para mahasiswa ekonomi syariah.

 

Bappenas

pada kunjungan ke Bappenas, mahasiswa prodi ekonomi syariah langsung disambut Direktur Eksekutif KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah), bapak Ventje Rahardjo. Ia menjelaskan bahwa untuk perkembangan keuangan syariah di Indonesia dibutuhkan lembaga khusus yang menanganinya agar mampu fokus dan konsentrasi terhadap arah tujuan. Maka dibentuklah KNKS melalui Peraturan Presiden Nomor 91 tahun 2016 yang mana langsung dipimpin oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. KNKS juga dibagi menjadi beberapa bidang, yakni 1) Bidang Hukum dan Standar Pengelolaan Keuangan Syariah, 2) Bidang Inovasi Produk, Pendalaman Pasar, dan Pengembangan Infrastruktur Keuangan Syariah, 3) Bidang Keuangan lnklusif, Dana Sosial Keagamaan dan Keuangan Mikro Syariah, 4) Bidang Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah, 5) Bidang Promosi dan Hubungan Eksternal.

KNKS diamanatkan untuk turut mendorong perkembangan ekonomi syariah. Karena di Indonesia tujuan pertama dalam ekonomi ialah mensejahterahkan rakyat, menjadikan masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan UUD 1945.

 

Takaful

Pada kunjungan ke PT. Takaful Keluarga, mahasiswa prodi ekonomi syariah diajak mengenal lebih dalam tentang asuransi syariah yang mana masih dianggap hal yang baru di masyarakat umum. Satibi Darwis selaku pemateri menjelaskan bahwa Takaful memiliki makna yang luas, bukan saja dikenal sebagai perusahaan asuransi syariah atau yang sering dipahami sebagai perkara yang berkenaan dengan sedekah dan ihsan yang ditujukan kepada golongan fakir miskin. Tetapi Takaful juga berarti meliputi aspek-aspek luas seperti pembinaan iman, pembinaan jiwa, dan kepribadian dalam kehidupan individu keluarga, maupun masyarakat luas. Serta tanggung jawab satu dengan lainnya dalam menolong, membantu, bekerja sama, menjamin hak, dan kesejahteraan hidup bersama dalam seluruh aspek ruang lingkup kehidupan muslim.

Bapak Satibi Darwis juga memaparkan bahwa konsep takaful dalam Islam bukan saja mengenai zakat dan sedekah. Tetapi juga meliputi pengokohan iman, islam, dan ihsan dalam diri dan masyarakat muslim, salah satunya dengan cara pengelolaan dan pengaturan ekonomi dan perekonomian. Dengan demikian, takaful merupakan suatu tanggung jawab yang dipikul bersama-sama antara kaum muslim dan ditujukan untuk tolong-menolong, bantu-membantu, dan menjamin sesorang muslim lain dalam menjalankan kebajikan untuk beribadah kepada Rabb-Nya.

 

Hari Kedua, Selasa (05/11/19)

Meseum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia merupakan museum yang berisikan perjalan mata uang, peredarannya, alat cetaknya, dan perbankan di Indonesia sejak zaman kolonial hingga saat ini. Museum BI terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta Barat, dengan menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal yang dipadu dengan pengaruh lokal dan dibangun pertama kali pada tahun 1828.

Museum BI menyajikan informasi tentang peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa, mulai dari sejak kedatangan bangsa barat (Purtogis, Inggris, Belanda, dsb) di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakannya yang meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.

penampilan inferior museum Bank Indonesia dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan beberapa teknologi modern, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama. Sehingga menciptakan kenyamanan terhadap pengunjung saat menikmati suasana di museum Bank Indonesia.

Selain itu pula terdapat fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum berdirinya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan di Nusantara, masa kolonial, serta masa awal kemerdekaan. Benda tersebut antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan secara menarik dan tertata sistematik.

 

Kota Tua

Kota Tua atau dikenal dengan nama Batavia Lama (Oud Batavia) memiliki luas 1,3 Km2 melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari, dan Roa Malaka). Oud Batavia dijuluki sebagai Permata Asia dan Ratu dari Timur pada abad ke 16 oleh pelayar Eropa. Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk Benua Asia karena lokasinya strategis dan sumber daya melimpah.

Di Kota Tua dapat dilihat banyaknya bangunan dan arsitektur bersejarah yang kondisinya sudah berkumuh seperti: 1) Museum Sejarah Jakarta yang merupakan bekas Balai Kota Batavia, kantor dan kediaman Gubernur Jenderal VOC. 2) Museum Bahari, 3) Pelabuhan Sunda Kelapa, dan 4) Museum Bank Indonesia.

 

Cihampelas Walk

Cihampelas Walk atau lebih dikenal dengan Ciwalk merupakan salah satu pusat perbelanjaan mewah yang terletak di kota Bandung dan berdiri pada tahun 2004. Ciwalkberbeda dari tempat perbelanjaan lainnya dikarenakan memang dikondisikan untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung dengan suasana yang bersih dan nyaman.

Area Ciwalk juga dihiasi dengan lampu-lampu yang mengantung dan berbeda jenisnya pada tiap gerai yang mana dengan lampu ini mampu memberikan atmosfir yang berbeda dengan tempat lain, serta disempurnakan dengan hawa dingin nan sejuk ciri khas kota bandung.

Di Ciwalk mahasiswa ekonomi syariah diberi tugas untuk mampu mengobservasi apa yang menjadi pembeda Ciwalk dengan tempat perbelanjaan lainnya. Serta mengobservasi juga salah satu produk yang ditawarkan oleh gerai-gerai yang berada di Ciwalk. Dari sini diharapkan mahasiswa mampu berinteraksi langsung dengan lingkungan perekonomian serta dapat mengembangkan pengalaman, tindakan, dan daya analisis.

 

Hari Ketiga, Rabu (06/11/19)

Farm House Lembang

Lembang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat serta pusat pemerintahannya berada di Desa Lembang dan di daerah ini juga terdapat salah satu rumah Alm. BJ Habibie.

Farm House Lembang merupakan salah satu destinasi tempat wisata di Bandung. Di sini ditawarkan taman yang asri nan sejuk khas lembang dengan susu sapi murni gratis untuk tiap pengunjung yang telah membeli tiket masuk. Di Farm House Lembang juga disediakan penyewaan konstum ala peternak dan petani daerah Holland atau Belanda lengkap dengan bangunan-bangunannya yang didesain mirip dengan aslinya.

 

Museum Asia Afrika

Museum Asia Afrika merupakan salah satu museum yang berada di kota Bandung yang terletak di jalan Asia Afrika No. 65. museum ini merupakan memorabilia Konferensi Asia Afrika. Museum ini juga memiliki hubungan yang erat dengan Gedung Merdeka. Secara keseluruhan Gedung Merdeka memiliki dua bangunan utama, sedangkan bangunan yang berada di sampingnya ialah Museum Konferensi Asia Afrika yang mana sebagai memorabilia Konferensi Asia Afrika tempo dulu.

Latar belakang dibangunnya museum ini merupakan keinginan dari para pemimpin bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk mengingat kembali tentang tujuan dibentuknya Konferensi Asia Afrika bertama kali dulu, yakni tentang kebebasan dan kemerdekaan bangsa-bangsa dari penjajahan kolonial. Hal ini menginspirasi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M untuk membangun sebuah museum. Keinginan tersebut disampaikannya pada forum rapat Panitia Peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika yang dihadiri oleh Direktur Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian museum ini diresmikan pada tanggal 24 April 1980 bertepatan dengan peringatan 25 tahun konferensi Asia Afrika.

 

Hari keempat, Kamis (08/11/19)

Malioboro, Yogyakarta

kunjungan wisata pada terakhir SLT kali ini yakni ditujukan ke jl. Malioboro Yogyakarta. Malioboro merupakan sebuah jalan lurus yang terbentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Jalan ini tergabung dari tiga jalan, yakni jalan Margo Mulyo, jalan Margo Utomo, dan jalan Malioboro. Di kawasan tiga jalan tersebut terdapat beberapa objek bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, diantaranya ialah Stasiun Tugu, Tugu Yogyakarta, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.

Jalan Malioboro, selain sebagai tempat wisata juga merupakan tempat perbelanjaan. Di sana terdapat banyak barang-barang ditawarkan dan unik-unik karena tidak hanya barang jualan konvensional tapi juga merupakan barang hasil dari kerajinan tangan penduduk setempat. Sehingga selain berwisata edukasi, mahasiswa juga mampu berbelanja edukasi yakni belanja sekaligus mempelajari barang yang dibelinya. Wisata edukasi ini mampu memperluas pengetahuan mahasiswa sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan, serta kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar.(/lq)

Shared: